concert event musician topics

3 BAND JELAJAH 3 KOTA DALAM TUR SUARA TUJUH NADA

March 12, 2013

Rabu menjelang petang, mister barengan miss Flamingo #2 dan miss Flamingo #3 ceritanya lagi maksor alias makan sore. Mendadak miss Flamingo #2 heboh kepingin nonton acara musik di Maja House, dan berhubung yang bersangkutan ngebet banget. Akhirnya kita bertiga pun berangkat ke sana.

Ooh ternyata acara musik ini bukan sembarang acara musik, ternyata ini acara Tur Suara Tujuh Nada. Terus apanya yang spesial? Tunggu dulu.. Rombongan tur nya itu yang spesial. Tiga band menjadi peserta rombongan tur ini, yaitu ada Stars and Rabbit, Dialog Dini Hari, dan White Shoes and The Couples Company. Mereka berkelana ke tiga kota tujuan yaitu Bandung, Yogyakarta, dan diakhiri di Denpasar, Bali. Bandung menjadi kota tempat menapakkan langkah mereka dalam perjalanan kelananya.

Menurut info yang mister dapat dari G Production dan Rain Dogs Records sebagai penyelenggara tur, perjalanan tur ini agaknya menarik karena mereka baru pertama kali berangkat tur bersama dan bermain dalam satu acara. Selain itu hal yang menarik dari tur ini adalah setiap kota yang bakalan mereka sambangi akan berbeda jenis-jenis ruangnya. Tur perdana mereka di kota Bandung ini dikelilingi pemandangan lampu-lampu kota dan lokasinya di belahan utara Bandung yang umumnya kita tahu nih, lokasi ini tempatnya berada sebuah Café, di dataran tinggi yang suasananya sejuk. Kota selanjutnya yaitu Yogyakarta di Teater Garasi yang merupakan markasnya teater kontemporer Yogya yang terkenal dengan keintiman ruangan yang konon jarang ditemui di kota lain, dan Denpasar, Bali bertempat di Taman Agro yang merupakan ruang terbuka yang biasanya digunakan untuk pameran seni.

Helaran ini dimulai dengan penampilan dari Stars and Rabbit band asal Yogyakarta. Begitu kita masuk venue, suasana senyap karena penonton seperti kena sihir dari vokal Elda Suryani yang childish dan serak merintih. Begitu mister ambil posisi duduk sambil menyimak penampilan mereka, tiba-tiba pikiran mister flashback ke era 90an, lengkingan vokal dari Elda jadi ngingetin mister sama Cerys Matthews ex-vokalis dari band Catatonia, tapi agak campur-campur sama Lisa Loeb gitu. Eargasm! Sayangnya band ini belum merilis album, namun kabar baiknya mereka sedang mempersiapkan debut album untuk dapat segera rilis.

Stars and Rabbit dengan penampilannya yang menggemaskan

Setelah pasukan Yogya undur diri, giliran Dialog Dini Hari yang menghibur penonton lewat lagu-lagunya yang bernuansa folk. Dengan santun sang vokalis pun meminta penonton untuk berdiri agar tidak terlihat seperti nonton wayang (benar sekali bung, mister setuju. Kalau pengen nonton konser sambil duduk mending dengerin CD di kamar). Penampilan mereka sangat apik dibumbui lick dan riff gitar yang bluesy, membuat penonton terpancing semua untuk bergoyang. Lagu-lagu dari ketiga album mereka juga dimainkan beberapanya seperti “Aku Dimana”, “Pagi”, “Lengkung Langit”, dan ditutup oleh tembang “Oksigen”, yang mendadak bikin seisi venue jadi vokalis semua.

Dialog Dini Hari dengan penampilannya yang memukau

White Shoes and The Couples Company didaulat untuk menjadi penampil terakhir malam itu, Sari dan kawan-kawan membesut penampilan pembukanya dengan lagu “Senja Menggila”. Bukaan itu sontak membuat penonton bersorak, mereka secara spontan lagi-lagi bergoyang bersama. Nampaknya bukan isapan jempol nih yang katanya konser ini spesial dan istimewa. Ternyata White Shoes memberikan suatu kejutan buat penonton di sana lewat tiga lagu daerah yang mereka mainkan, dan ternyata lagu-lagu itu bakalan ada di mini album mereka yang akan segera rilis (albumnya berisikan lagu-lagu daerah nusantara yang mereka aransemen ulang). Contohnya “Tjangkurileung” sebuah lagu berbahasa Sunda salah satu lagu dari album tersebut. Lagu ini kental banget sama nuansa surf music dan Indorock, yang pastinya beat dari lagu ini sangat dance-able. Setelah itu dilanjut dengan tembang “Lembe-lembe” dan disambung “Te O Rendang O” yang merupakan tembang dari Maluku. Konser ini berlangsung makin malam makin garing, untungnya celetukan Sari cukup menghidupkan suasana kembali, “Mana nih, ayo goyang dong. Malu sama bola disko, doi aja muter.” (emang sih di atap stage ada bola disko gede banget haha..). Penonton tertawa dan akhirnya energi mereka datang lagi. Memanfaatkan energi yang sedang bangkit, Sang Vokalis tiba-tiba melakukan gimmick dengan membelah crowd seperti membelah laut merah. Mister kaget dikirain mau ngajak mister nyanyi, taunya enggak. Haha. Sari mengajak crowd untuk berdansa dan lagi-lagi dia berhasil menghidupkan suasana.

Energi penonton ternyata berlebih. Mereka berulang-ulang teriak “We Want More!”

Akhirnya untuk memuaskan hasrat dari penonton, White Shoes and The Couples Company menggebrak dengan dua encore, salah satunya dengan lagu mereka yang sangat mister gemari yaitu “Senandung Maaf”. Setelah dua lagu tersebut usai, sorak sorai penonton yang meminta encore lagi kali ini tidak diamini oleh gerombolan dari Jakarta tersebut. Tandanya ini sudah sampai di penghujung acara.

Akhirnya acara pun selesai. Penonton bubar dan penonton senang!

♥♥♥,

Mister Flamingo

-pics. captured by miss Flamingo ♥♥♥

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply