travel

Menikmati Pantai Lasiana Kupang

July 7, 2017

Turbulensi pesawat saat akan mendarat di Bandara El Tari cukup bikin miss Flamingo yang memang takutan naik pesawat ini dag dig dug panik.. “Bener juga ya ternyata, padahal ga ada awan ga ada apa-apa loh, kenapa ini berguncang,” ucap miss Flamingo dalam hati sambil mengingat-ingat peringatan dini dari salah seorang kawan yang memang sering bepergian ke Kupang.

Setelah mendarat dengan aman dan fiuhhh.. lega, miss Flamingo dan seorang kawan pun memesan taksi resmi dari bandara. Kami langsung menuju ke OCD Beach Café, Pantai Lasiana – tempat kami menginap. Pelangi yang nampak dari tepi laut seakan menyambut kedatangan kami di Ibukota Nusa Tenggara Timur ini. Ia dengan setia menemani kami di sepanjang perjalanan menuju OCD Beach Café yang ternyata hanya berjarak 10 menit saja dari bandara.

OCD Beach Cafe and Hostel

OCD Beach Café terletak persis di pinggir pantai. Nikmat rasanya duduk berselonjor di dalam café sambil menyantap nasi goreng serta memandangi pohon kelapa dan pantai dari kejauhan. Angin sepoi-sepoinya bikin mager a.k.a males gerak.

Bangunan OCD Beach Café dan hostelnya sebagian besar menggunakan material bambu. Di malam hari, angin menembus dari celah-celah bambu. Meski panas di siang hari, dingin terasa meski tanpa AC.

Maia, temannya miss Flamingo di depan OCD Beach and Hostel

(yang bawah) bersama Kak Cony

Keramahan Kak Odi, Kak Cony, anaknya – Dio, serta para pegawainya membuat kami merasa nyaman, tak seperti sedang berada jauh dari rumah. Senang sekali rasanya menemukan keluarga di tempat yang sama sekali asing.

Banyak kegiatan seru yang bisa dilakukan di Pantai Lasiana. Jika bangun cukup pagi sekitar pukul tujuh, sempatkan berjalan-jalan di sekitar pantai. Dari depan OCD Beach Café, belok ke arah kanan menuju muara. Di sepanjang perjalanan akan dijumpai batu-batu cantik yang berserakan di atas pasir serta beberapa anjing. Pemandangannya cukup memanjakan mata. Terus saja susuri pantai hingga menemukan beberapa kapal yang ‘parkir’ di sekitar muara. Di dekat muara ada sebuah pabrik pembuatan kapal, yang sayangnya tidak sempat miss Flamingo kunjungi karena saat itu air muara sudah mulai naik.

Perjalanan menuju ke muara di Pantai Lasiana Kupang

Perjalanan menuju ke muara di Pantai Lasiana Kupang

Muara di Pantai Lasiana Kupang

Sebaliknya, jika menyusur pantai ke arah kiri dari OCD Beach Café, akan ada tebing dengan anak tangga yang dapat dinaiki untuk menikmati pantai dari atas ketinggian. Di sana juga akan dijumpai beberapa patung, pria dan wanita, yang sayangnya tak miss Flamingo abadikan. Di sekitar patung terdapat tempat duduk yang bisa digunakan untuk menikmati keindahan pantai.

Jika senang berinteraksi dengan anak-anak, tepat di pantai depan OCD Beach Café akan ada sekumpulan anak yang rutin bermain bola di sore hari. Mereka adalah anak-anak yang tinggal di panti asuhan, tak jauh dari area pantai. Meski sedikit malu-malu, semuanya cukup ramah dan cepat akrab dengan orang baru. Cobalah main bersama mereka, pasti lupa waktu. Tak terasa, tiba-tiba semburat lembayung yang indah tergurat di langit, menuju ufuk. Sunset di Pantai Lasiana sangaaaaat indah.

Kegiatan anak-anak panti di Pantai Lasiana

Peter dan teman-temannya yang sedang bermain bola

Anak-anak panti sedang bermain bola di Pantai Lasiana

Sore hari bersama anak-anak panti di Pantai Lasiana Kupang

Pada malam yang cerah, jangan lupa bawa tikar atau mat ke pinggir pantai. Nikmati bintang-bintang yang bertaburan di langit Kupang dengan mata telanjang sambil rebahan di pasir. Ini jadi sesuatu yang wah dan ‘mewah’ buat miss Flamingo yang sehari-hari tinggal di Bandung. Aaargh, jadi kangen sama Pantai Lasiana.

 

♥ ♥ ♥,

miss Flamingo

 

 

(pictures captured by miss Flamingo & @resatio)

 

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply